Beri Nilai Situs Kami
@
SearchIndonesia

 
Tantangan untuk Membuat Pencak Silat Mendunia

MENARIK menyimak penyataan mantan juara dunia pencak silat, Oong Maryono tentang upaya Vietnam, Thailand, dan Filipina untuk merebut medali emas cabang ini di SEA Games mendatang. Mereka merekrut ahli bela diri lainnya, melatih gerakan dasar pencak silat beberapa saat, jadilah juara!

Buktinya, pada kejuaraan dunia bulan lalu di Kuala Lumpur ada pesilat, tampil dengan gerakan dasar yang bukan pencak silat. Terutama dari Vietnam dan Thailand.

Pelatih Vietnam asal Indonesia, Suhartono membenar kan hal itu. Menurut dia, dasar dari atlet yang ditanganinya dalam dua tahun terakhir ini adalah taekwondo. Tinggal memolesnya, mengajarkannya gerakan sikap 'pasang' (bersedia), langkah silat, dan teknik bantingan.

Hasilnya? Xuan Thang (Vietnam) merebut medali emas di kelas B (50-55 kg) setelah secara mengagumkan menghajar pesilat Zainuddin (Malaysia). Dia berkali-kali membanting Zainuddin, termasuk satu dengan gaya 'menggunting tubuh sambil terbang' yang mengundang tepuk tangan riuh dari penonton.

Rasanya bukan kondisi seperti ini yang diharapkan Persilat (Persekutuan Pencak silat Antarbangsa) dari upaya go international selama ini. Melahirkan banyak juara dunia yang kenyataannya ilmu pencak silatnya "kosong".

* * *

 

BEBERAPA pesilat Eropa mengungkapkan, salah satu penyebab lemahnya penyebaran pencak silat ke suatu negara, karena tak terencana dengan baik. Kebanyakan pesilat asing itu cukup dilatih secara paket (sederhana), setelah itu mereka memperoleh sertifikat untuk melatih di negara masing-masing.

Faktor lainnya adalah soal standarisasi teknik dari semua perguruan silat yang go international, yang tidak sama. Ibarat "menjual" sebuah produk, akan sulit "laku" dengan baik jika mereknya sama yakni pencak silat, tapi bungkus dan rasanya berbeda-beda.

Di sini dibutuhkan kerja keras dari PB IPSI dan Persilat untuk menginventarisir dan membakukan gerakan-gerakan, istilah, atribut dan lain-lain yang berhubungan dengan pencak silat. Jika hal itu tak segera dilakukan, upaya globalisasi tampaknya akan jalan di tempat dan sulit bersaing dengan bela diri lainnya.

Upaya itu memang sudah terlihat, misalnya dengan terbentuknya Wiraloka Wajib. Sayangnya, banyak sekali kelemahan yang terlihat dari jurus itu. Salah satu contoh, gerakan setelah melakukan 'sapuan' (dengan menjatuhkan diri di lantai), yang diikuti gerakan menangkis pukulan dari atas dengan memalangkan tangan.

Logika dari tangkisan tangan itu adalah karena sapuan gagal maka perlu diikuti gerakan untuk menangkis pukulan lawan dari atas. Tapi mengapa gerakan tangkisan tangan itu dilakukan dengan sangat lambat?

Keindahan gerakan suatu jurus bela diri (apa pun) yang diperagakan adalah karena penonton membayangkan dia (si peraga) sedang bertarung dengan seseorang. Jadi setiap gerakan bisa diaplikasikan dalam kenyataan, yakni berkelahi sungguhan.

Tampaknya jurus itu diciptakan terburu-buru. Sayangnya, bukan hanya akan dipertandingkan di SEA Games, tapi sudah dipertandingkan di kejuaraan dunia. Anehnya, pesilat negara lain harus menghadapi trio pesilat Indonesia, yang menjadi peraga terciptanya jurus itu sejak awal.

 

* * *

FAKTOR perwasitan di pencak silat internasional pun cukup memprihatinkan. Pesilat Anette Wieland (Belanda) sangat berang dengan keanehan penilaian wasit yang memimpinnya. Dia mempertanyakan bagaimana satu wasit memberikan nilai 20 (pukulan masuk) sementara wasit lainnya hanya tiga.

"Jujur saja, mutu wasit semakin lama semakin parah. Ini harus segera dibenahi kalau tak ingin kredibilitas pertandingan pencak silat memudar. Jangan kaget jika setiap kejuaraan dunia, panitia harus sibuk mengirimkan tiket ke manca negara agar pencak silat terkesan sudah mendunia," ujar Anette.

Tampaknya kerja keras seluruh insan pengurus Persilat masih dibutuhkan untuk membenahi semua kendala di atas. Kita beruntung telah memiliki Padepokan Pencak silat Indonesia di Pondok Gede, Jaktim yang dibangun dengan biaya sekitar Rp 31 milyar. Presiden Persilat (yang juga Ketua Umum PB IPSI), Eddie M Nalapraya saat acara selamatan di padepokan beberapa hari lalu mengingatkan, agar padepokan jangan jadi "rumah hantu", tapi harus benar-benar mampu menjadi wahana peningkatan kualitas pencak silat secara keseluruhan

 

Seumber kompas

Kembali

Artikel Lain

Sejarah Pencak Silat di Jawa Barat

"Menjual" Pencak Silat ke Mancanegara

Pencak Silat, Upaya Menepis "Wajah Kampungan"

Pencak Silat akan ke Asian Games

Jabar Berjaya di Pencak Silat

 

Free Web Hosting by Netfirms
Web Hosting by Netfirms | Free Domain Names by Netfirms

Pencak Silat
Bagai mana menurut anda perkembangan pencak silat dewasa ini

Berkembang dengan pesat
Kurang berkembang
Kalah dengan beladiri lain
Memprihatinkan
Tidak perduli


Current Results


| Guru Besar | Sejarah Singkat | Arti Lambang | AtletBerpretasi |

| Unit LatihanLink | Galeri | Prestasi Perguruan |

| Download | E-mail Gratis |