Beri Nilai Situs Kami
@
SearchIndonesia

 
"Menjual" Pencak Silat ke Mancanegara

PENCAK silat go international sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu, namun hingga sekarang seni bela diri ini baru dipertandingkan di tingkat SEA Games saja. Mimpi untuk melihatnya dipertandingkan di Asian Games, apalagi di Olimpiade tampaknya masih sangat lama untuk terwujud.

Padahal penggemar pencak silat sudah tersebar di seantero dunia. Terbukti pada Kejuaraan dunia tahun 1992 di Jakarta, sekitar 250 pesilat dari 22 negara (plus beberapa negara peninjau) ikut ambil bagian. Jumlah peserta ini melonjak drastis jika dibanding kejuaraan serupa di Indonesia (1982), Austria (1986), serta Belanda (1990). Jumlah peserta yang lebih besar diperkirakan akan terjadi pada kejuaraan dunia bulan Desember tahun ini di Brunei Darussalam.

"Obsesi kami adalah agar pencak silat itu dihormati di dunia. Salah satu terobosannya antara lain dengan menjadikan padepokan silat di Taman Mini Indonesia Indah sebagai pusat informasi, pusat pembinaan serta pusat pengembangan pencak silat di seluruh dunia. Padepokan seluas 5,5 hektar sumbangan Ibu Tien Soeharto (almarhumah) itu akan dijadikan sebagai home of pencak silat," tegas Ketua Umum Persilat (Persekutuan Silat Antarbangsa) periode 1996-2000, Eddie Nalapraya.

Diungkapkan, saat ini jumlah anggota Persilat sudah 25 negara, dan akan terus diupayakan agar bertambah, termasuk mengincar kawasan Afrika, Amerika Latin bahkan ke negara-negara "pemilik" bela diri yang sudah lebih dulu mapan di dunia ini, seperti Korea Selatan dan Utara, Cina serta Jepang. Namun proses itu akan memakan waktu yang sangat lama, terutama karena perbedaan kultur dan bahasa mereka dengan Indonesia.

Menurut Eddie, fondasi yang kokoh tengah dibangun saat ini, yakni dengan menata organisasi serta teknis pencak silat itu sendiri sehingga bersifat universal, yang diharapkan akan menjadi ajang lepas landas pencak silat untuk mendunia.

Dari pengakuan pesilat-pesilat asing yang berkiprah di kejuaraan dunia tahun 1992 di Jakarta diperoleh kesimpulan bahwa mereka tertarik untuk menggeluti pencak silat, karena sentuhan keseniannya lebih banyak dibanding bela diri lainnya. Nilai ekspresi seorang pesilat sangat menonjol dalam setiap gerakannya.

"Mengapa kami tak memilih seni bela diri lainnya yang sudah lebih dulu punya nama adalah karena kekhasan pencak silat dan segala unsur yang menyertainya. Bukan cuma unsur budaya yang unik, namun unsur spiritual termasuk kemampuan mengeluarkan tenaga murni (dalam) tersebut sangat misterius di mata kami. Itu pula yang membuat kami tertarik untuk menggelutinya, karena adanya hal-hal baru yang kami temui dibanding kehidupan di Eropa," ujar pesilat asal Belanda, Yosef Kondinc, usai meraih gelar juara pada nomor silat seni tangan kosong kejuaraan dunia tahun 1992 di Jakarta.

Dari kenyataan di atas, ada peluang untuk "menjual" pencak silat ke mancanegara. Yakni dengan memanfaatkan "hausnya" warga negara asing (mayoritas Barat) dalam mempelajari unsur-unsur budaya dan spiritual yang seperti sebuah misteri di dalam dunia pencak silat.

Pencak silat di mata mereka juga memiliki kekhasan dalam setiap gerakan-gerakannya. Gaya tendangan, pukulan, tangkisan, elakan, kuncian, bantingan dan sebagainya. Belum lagi teknik penggunaan senjata, yang tak kalah gesit dibanding seni bela diri kungfu dari Cina. Semua ciri itu harus tetap dipertahankan dan dikembangkan.

***

ORIENTASI pengembangan pencak silat ke seluruh dunia akan semakin baik, jika pengembangan (dan pembenahan) di dalam negeri pun berjalan ba-ik. Menurut informasi dari IPSI (Ikatan Pencak silat Seluruh Indonesia) terdapat sekitar 800 perguruan di negeri ini. Jumlah yang tentu sangat sukar dikelola dalam suatu organisasi.

Menghadapi era globalisasi seperti sekarang ini, political will dari pemerintah untuk membantu mengembangkan pencak silat sangat dibutuhkan, jika seni bela diri kebanggaan Indonesia itu tak ingin dilalap habis oleh seni bela diri impor yang sudah makin marak digeluti remaja-remaja kita.

Tanpa dukungan itu, IPSI dan Persilat akan berjalan tertatih-tatih, sementara judo sudah lama dipertandingkan di Olimpiade, dan karate sebentar lagi akan masuk menjadi cabang olahraga yang resmi dipertandingkan. Demikian pula dengan wushu yang sudah masuk Asian Games.

Eddie Nalapraya sudah mengumandangkan tekad bahwa pada Asian Games tahun 1998 di Bangkok, pencak silat akan dipertandingkan secara ekshibisi. Dan pada Asian Games berikutnya yakni tahun 2002, sudah harus dipertandingkan secara resmi, yang tentu dengan catatan bila KONI Pusat dan Departemen Olahraga (pemerintah) mampu berjuang agar Asian Games tahun itu diselenggarakan di Indonesia.

Untuk Olimpiade, memang terasa masih muskil, namun jika anggota Persilat lebih dari 80 negara seperti yang diisyaratkan IOC (Dewan Olimpiade Dunia), angan-angan itu bisa terwujud. Karena itu, Persilat sudah harus mampu menggalang kekuatan dari anggota-anggotanya untuk mewujudkan impian itu.

Salah satu kiat praktis pengembangan perguruan yang terbukti paling manjur adalah dengan bernaung di bawah suatu organisasi massa, seperti yang dilakukan perguruan "Tapak Suci". Di mana terdapat perguruan Muhammadiyah, di situ pula "Tapak Suci" berkembang baik dan subur.

Faktor lainnya yang perlu diperhatikan IPSI dalam pengembangan perguruan adalah masalah manajerial. Banyak perguruan yang tumbang karena tak ada organisator di dalamnya, padahal secara teknis kualitas teknis gerakan yang diajarkan ke murid-muridnya cukup bagus.

Karenanya, sudah waktunya setiap perguruan pencak silat itu dikelola sebagaimana layaknya organisasi modern, sehingga tak lagi bersifat ala kadarnya, yang sangat mudah ambruk jika menemui sedikit saja "badai" yang menerpanya. Organisasi pencak silat di negeri ini, harus sekokoh kuda-kuda yang terus-menerus diajarkan kepada seorang calon pendekar

seuber Kompas

Kembali

Artikel Lain

Pencak Silat, Upaya Menepis "Wajah Kampungan"

Sejarah Pencak Silat di Jawa Barat

Tantangan untuk Membuat Pencak Silat Mendunia

Pencak Silat akan ke Asian Games

Jabar Berjaya di Pencak Silat

 

 

Free Web Hosting by Netfirms
Web Hosting by Netfirms | Free Domain Names by Netfirms

Pencak Silat
Bagai mana menurut anda perkembangan pencak silat dewasa ini

Berkembang dengan pesat
Kurang berkembang
Kalah dengan beladiri lain
Memprihatinkan
Tidak perduli


Current Results

| Guru Besar | Sejarah Singkat| Arti Lambang |Atlet Berprestasi |

| Unit LatihanLink | Galeri | Prestasi Perguruan

| Download | E-mail Gratis |